Jumat, 11 Desember 2015

3 pertanyaan mendasar manusia



3 Pertanyaan mendasar manusia
Kita harus menjawab tiga pertanyaan mendasar manusia. Diantaranya : dari mana kita berasal , untuk apa kita hidup didunia ini, mau kemana kita setelah hidup ini. dan bagaimana hubungan ketiganya?

Sebelum kita membahas lebih lanjut, saya akan mengulas pertanyaan sebagai pengunci pembahasan di atas pertanyaannya adalah siapakah yang kamu percayai didunia ini,? ada yang bilang ibunya dan ada yang bilang ayahnya serta ada yang bilang tuhan. Semua jawaban itu kurang sempurna, kenapa karena yang paling kita percaya adalah diri kita sendiri. Bagaimana kita bisa percaya pada ibu dan ayah kita padahal kepada diri sendiri kita tidak percaya, bagaimana kita bisa mengenal atau mempercayai tuhan kita padahal kepada diri kita aja tidak percaya.
                Kita bukan anak kecil lagi, bukan juga orang gila yang mana mereka tidak percaya pada dirinya, coba Tanya pada anak , siapa yang paling kamu percaya ? biasanya jawabannya tidak jauh dari lingkungan atau orang yang dia paling kenal yaitu ibu atau ayahnya. Begitu juga orang gila, coba liat dijalan-jalan mereka tidak akan memerhatikan pakaian atau keadaanya, mau kotor mau terbuka auratnya. Mereka tidak peduli, maukah kita serti mereka?.
                Tentu jawabannya tidak. Sekarang saya akan mengajak pembaca untuk berpikir sejenal tentang asal tujuan dan makna hidup sebenarnya.

Pertanyaan kedua, akal manusia terbatas atau tidak?
                Ada yang bilang tidak terbatas. Dan ada yang bilang terbatas mari kita bahas pada jawaban yang bilang bahwa akal tidak  terbatas. Saya Tanya apa yang terjadi besok jam  12.12.12 pas, ?. kalau memang akal manusia itu tidak terbatas seharusnya bisa dijawab dengan jawaban pasti kebenarannya. Pie bisa jawab???
                Dari jawaban yang anda utarakan itu bukti bahwa akal manusia itu terbatas. Bari pertanyaan satu dan dua sebagai pengunci jawaban tiga pertanyaan mendasar  manusia.
Dengan keterbatasan akal kita ini kita bisa merasakan bahwa hidup ini juga terbatas, alam semesta juga terbatas semua serba terbatas berarti semua bersifat tidak ajali, atau kekal. Berarti ada yang membatas yang sifatnya tidak terbatas, yaitu al-qhalik,
Maka muncul pertanyaan
Siapakah al-khaliq itu?

Dialah yang menciptakan kita yang serba terbatas ini, dialah yang ‘membatasi’ ruang gerak kita. Kita tidak bisa memikirkan dia  secara detail karena kita serba terbatas. Maka kita butuh informasi tentang keberadaanya dan siapa dia. Insya allah nanti kita ulas tentang wujud informasinya seperti apa, bisa diterima akal atau tidak.

Darimana dia berasal?
Ada tiga kemungkinan, pertama dia menciptakan dirinya sendiri. Kedua, dia di ciptakan oleh yang lain.
Yang ketiga dia bersifat azali (tidak berawal dan berakhir) atau sering kita dengar dia awal dan dia akhir, kalau kita definisikan atau kita gunakan dengan akal seperti wujudnya maka akal kita akan error. Tapi kita bisa mengenalnya dengan keberadaan ciptaan sebagai bukti keberadaannya pasti ada.
                Dia menciptakan dirinya sendiri, terus kalau dia menciptakan dirinya sendiri terus dia dapat ide dari mana, dari situ kita bisa pastikan bahwa tidak bisa diterima secara akal sehat. Kemudian dia diciptakan oleh yang lainnya, berarti dia bersifat terbatas padahal hanya makhluk yang berupa ciptaan yang terbatas kalau dia bersifat terbatas berarti sama dengan makhluk, jadi pernyataan kedua ini tidak bisa digunakan dengan akal sehat, kalau ada yang percaya bahwa dia diciptakan oleh yang lain, bisa dikatakan orang itu sedeng alias tidak mau mikir (doktrin).
                Jadi kita berasal dari sang pencipta yang Azali.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar