Tanda-tanda
Kehancuran Peradaban Barat
Oleh: Dr Imran Waheed (Hizbut Tahrir
Inggris)
“Itu
adalah sebahagian dan berita-berita negeri yang Kami ceritakan kepadamu. Beberapa di antara negeri-negeri itu ada yang masih kedapatan
bekas-bekasnya dan ada yang telah musnah. Dan Kami tidaklah menganiaya mereka;
tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri. karena itu tiadalah
bermanfaat sedikitpun kepada mereka sembahan-sembahan yang mereka seru selain
Allah, di waktu azab Tuhanmu datang. Sembahan-sembahan itu tidaklah menambah
kepada mereka kecuali kebinasaan belaka.” (TQS.
Hud: 100-101)
“Adapun kaum 'Aad mereka
menyombongkan diri di muka bumi tanpa alasan yang benar dan berkata:
"Siapakah yang lebih besar kekuatannya dari kami?" dan Apakah mereka
itu tidak memperhatikan bahwa Allah yang menciptakan mereka adalah lebih besar
kekuatan-Nya daripada mereka? Tapi mereka mengingkari tanda-tanda (kekuatan)
kami. (TQS.
Fussilat: 15)
Sejak kehancuran Khilafah Islam pada abad yang lalu, peradaban Barat
mulai mendominasi dunia secara politis, militer dan ekonomi. Peradaban Barat
menjadi amat bangga akan kemajuan yang dicapainya dan saat ini menyebarkan
ideologinya dengan gigih di dunia Islam. Kepada kita dikatakan bahwa Peradaban
Barat adalah universal dan merupakan jalan satu-satunya bagi kemajuan dan
pencerahan.
Bush berkata,
“Peradaban Barat bukanlan nilai-nilai Amerika atau --seperti
anda tahu-- bukan pula nilai-nilai Eropa. Peradaban Barat merupakan nilai-nilai universal. Karena universal,
nilai-nilai itu, seharusnya diterapkan
di setiap tempat.” Blair berkata, ”Peradaban kita bukanlah nilai-nilai Barat, ia
adalah nilai-nilai universal dari semangat kemanusiaan. Dan di manapun…di manapun,
kapan saja, rakyat biasa diberikan kesempatan untuk memilih. Pilihanya adalah
sama: kebebasan, bukan tirani; demokrasi, bukan diktator; tertib hukum, bukan hukum
dari polisi rahasia.”
Sering kali dikatakan pada kita bahwa peradaban Islam adalah hanya ada dalam
lembaran sejarah dan mereka yang
menginginkan Islam, syariah, dan Khilafah adalah orang yang berbicara mengenai
keterbelakangan dan kegelapan. Namun, apa yang tidak ditunjukkan oleh Barat
adalah jurang eksploitasi yang dalam, kekacauan, dan keputusasaan yang telah
diciptakan kapitalisme di seluruh dunia.
Propaganda Barat tidak mampu menyembunyikan kemunduran dan kerusakan peradaban
ini – suatu masalah yang memang telah jelas bagi kita semua. Ketika mereka menyebarkan
nilai-nilai dan ideologi mereka kepada dunia dengan cara yang sangat arogan dan
memfitnah peradaban Islam, maka mereka telah mencoba untuk menyembunyikan
keputusasaan yang mereka ciptakan pada
masyarakat mereka sendiri dan di seluruh dunia.
Percampuran antara materialisme dan kebebasan individu tanpa batas,
telah menyebabkan kekerasan yang mewabah, pengunaan obat bius, dan alkohol;
mengabaikan orang lanjut usia, kemiskinan, kerusakan pada keluarga, kekosongan
spiritual, rasisme, dll, dll.
Penyalahgunaan obat meningkat dengan pesat; juga makin tingginya
depresi dan mewabahnya pesta minuman keras. Di Inggris, angka resmi menunjukkan
bahwa peminum minuman keras yang “berbahaya dan membahayakan” mencapai angka 7,1
juta orang. Pada dekade lalu, orang yang masuk rumah sakit karena sebab yang
berkaitan dengan alkohol telah berjumlah dua kali lipat.
Lebih dari seperlima wanita di Inggris menjadi korban kekerasan seksual
ketika meraka anak-anak. Di Negara itu , tiap menit polisi menerima
telepon dari masyarakat yang meminta bantuan akibat kekerasan rumah tangga. Satu dari empat wanita di Inggris telah mengalami
pemerkosaan atau dicoba untuk diperkosa. Tiap minggu di Inggris, satu hingga dua
anak mati karena kekejaman. Satu dari
tiga anak-anak hidup dalam kemiskinan. Lebih dari 25 persen dari seluruh
pemerkosaan yang dicatat polisi dilakukan
terhadap anak-anak di bawah usia 16 tahun. Setengah juta orang usia lanjut
diperlakukan dengan kasar, terutama karena tidak mempedulikan mereka. Lingkaran
hutang menjerat keseharian masyarakat Inggris .Hutang konsumen di Inggris
berada pada angka £ 1.3 triliun, suatu angka yang mengejutkan.
Jurang antara orang kaya dan orang miskin terus melebar. 13,000
keluarga terkaya di Amerika saat ini memiliki pendapatan yang sama dengan 20 juta
orang penduduk paling miskin. 13,000 keluarga itu memiliki pendapatan 300 kali
lipat dari pendapatan keluarga rata-rata.
Situasi Global
Secara global, peradaban Barat telah menciptkan tata dunia yang tidak
adil yang dicirikan oleh imperialisme lewat mekanisme hutang, perdagangan yang tidak adil, dukungan
bagi para diktator dan tiran, dan pendudukan yang illegal. Sementara pada saat yang sama mengurangi kebebasan sipil di negara
mereka sendiri dengan cara menteror
rakyatnya sendiri.
Mereka berbicara soal penentuan nasib sendiri dan demokrasi, tapi
mendukung diktator di seluruh dunia Islam seperti Mubarak dan Karimov dan
mencegah keinginan masyarakat kepada Islam, syariah dan Khilafah.
Mereka berbicara
soal supremasi hukum dan perdamaian di Timur Tengah, namun kenyataanya mereka
menjajah dan menjarah; menduduki negeri orang lain. Seperti yang terjadi di
Irak di mana mereka membunuh lebih dari 650,000 ribu jiwa.
Mereka berbicara soal keringanan hutang, tapi telah memperbudak seluruh
negera di bawah belenggu IMF dan Bank Dunia. Mereka berbicara soal
pemberantasan korupsi tapi menyogok ratusan juta dollar kepada para penguasa di
negeri-negeri muslim untuk mendapatkan kontrak dagang.
Mereka berbicara soal HAM, tapi Guantanamo Bay, Abu Ghraib, Patriot
Act, Undang-undang anti-terroris yang tersamar, menghentikan dan menggeledah,
penahanan, penyiksaan, penawanan tanpa peradilan, penculikan dan pengiriman
tersangka untuk ditahan dinegara-negara yang merupakan rezim brutal , interogasi yang brutal dan
perang-perang yang illegal dan imperialistik adalah bukti-bukti atas sebuah peradaban yang telah
memasuki kemunduran yang permanen.
Nilai-nilai, prinsip, dan tradisi dari peradaban
Barat telah dijual murah senilai 30 keping perak – Negara-negara Barat saat ini telah
kehilangan otoritas moralnya.
Propaganda Yang Gagal
Peradaban Islam (saat ini) tidak memiliki negara yang mengembannya. Ia
juga tidak memiliki tentara dan senjata untuk mempertahankannya. Sementara, peradaban Barat dilengkapi dengan senjata, tentara, teknologi, dan
dominasi politik, militer dan ekonomi. Namun, walaupun semua itu dilakukan,
propaganda pemerintahan Barat mulai memudar.
Kaum Muslim yang tinggal di Barat, yang tiap hari
dicekoki kapitalisme, saat ini semakin bersatu dengan kaum Muslim di Dunia
Islam untuk menentang kebijakan (kapitalistik), melawan pendudukan, melawan upaya
memecahbelah negeri-negeri kita, melawan
campur tangan asing, demi tegaknya syariah, demi tegaknya Khilafah, dan
seterusnya.
Bahkan propaganda Barat yang anti Islam tidak mampu
membendung -bahkan kaum non-Muslim- yang mulai menghargai Islam sebagai sebuah agama dan sebuah sistem. Beberapa
di antaranya masuk Islam dan berjuang untuk Islam, sementara yang lainnya tidak
lagi mempercayai propaganda pemerintah mereka. Seorang wanita yang masuk Islam
setelah Peristiwa 11 September, dia mengatakan bahwa sebelum ‘perang melawan
teror’ dia tidak mengetahui siapakah Muhammad SAW, tapi saat ini dia ridho mempertaruhkan nyawanya untuk
Rosulullah saw.
“Dan
ketika orang-orang kafir memikirkan daya upaya terhadapmu untuk menangkap dan
memenjarakanmu atau membunuhmu, atau mengusirmu (dari rumahmu). Mereka
memikirkan tipu daya dan Allah menggagalkan tipu daya itu. dan Allah
Sebaik-baik pembalas tipu daya.” (TQS.
Al-Anfal: 30)
Wahai
Muslimin dan Muslimat!
Walaupun negara kita tidak ada pada saat ini, akhir segalanya akan
berpihak pada peradaban Islam, karena peradaban Barat didasarkan pada kebatilan
dan peradaban Islam didasarkan pada kebenaran. Allah SWT berfirman:
”Sebenarya Kami melontarkan yang hak kepada yang batil lalu yang hak itu menghancurkannya, Maka dengan serta merta yang batil itu lenyap.”
(TQS. Al-Anbiya:18)
Wahai
Muslimin dan Muslimat!
Kekalahan Peradaban Barat terbukti dari tindakan-tindakannya yang menunjukkan
keputusasaan. Pendudukan, penyiksaan, penahanan, propaganda, bukanlah
tindakan-tindakan dari peradaban yang kuat, melainkan tindakan dari peradaban
yang sakit.
Propaganda melawan Islam, pengemban syariah, Khilafah, dan dakwah adalah
karena pemerintah-pemerintah Barat mengetahui bahwa mereka sedang menghadapi
kebangkitan kembali Islam di seluruh dunia. Tindakan mereka seperti usaha
membuat parit yang terakhir dari peradaban kapitalis yang sedang tenggelam.
Maka, kokohkanlah keyakinan anda, berikan loyalitas anda kepada Dien (Al-Islam)
dan Umat. Jangan biarkan penyesatan yang membuatmu lemah, karena tingkatan ini
hampir usai. Tidak lama lagi, situasi akan berubah cepat. Tanda keberhasilan
perjuangan menuju Khilafah semakin nampak jelas. Tahapan menuju kemenangan
sudah semakin mendekat dari hari ke hari.
Keimanan kita pada Allah SWT adalah sangat besar dan
harapan kita akan kemenangan yang dekat ini tidak tersentuh bahkan dengan sebuah
ucapan. Dan Allah SWT maha berkuasa atas
segala urusan-Nya, tapi kebanyakan manusia tidak tahu, dan Dia, segala puji
bagiNya, berfirman:
“Dan
Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan
mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh- sungguh akan menjadikan
mereka berkuasa dimuka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang
sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang
telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan)
mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa.”. (TQS.
An-Nur [4]: 55)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar